RSS

Bacaan Shalat Lengkap dan Artinya

09 Sep

Bacaan Shalat Lengkap dan Artinya
Sebaiknya anda membaca posting tulisan yang lalu yang berjudul: khusu’ dalam sholat
Karena bagaimana anda bisa khusuk tetapi tidak mengetahui arti dan makna dalam bacaan dalam sholat?
Dan satu hal yang penulis ingin tekankan , jangan harap anda bisa khusuk tetapi dengan memakai pakaian sholat yang ber aneka warna?
Kenapa anda pergi kekantor memakai seragam tetapi anda tidak memakai pakaian seragam dalam sholat?
Bukankah bilamana ada orang yang tidak memakai seragam selalu kena sangsi atau hukuman di istansi masing masing ?
Murid , guru, pegawai,aparat, ataupun militer semua memakai pakai seragam , bagaimana bila Kopasus masuk kerja di kesatuannya tidak memakai seragam?
Apakah dia diterima ataukah malah di usir tidak di akui sebagai anggota , mungkin sekali dapat peringatan tetapi lain waktu apakah dia masih berani waktu
Apel komando tidak memakai seragam?..murid sekolah,guru…apakah berani kerja tidak memakai seragam kalau menghadap atasannya??
Orang muslim meninggal apa di kira tidak memakai seragam??? Bagaimana kalau kain kafan warna putih kita ganti dengan kain batik atau kain merah, hijau atau lainnya?
Kenapa hanya kalau pada waktu meninggal memakai warna putih, sedangkan pada waktu sholat tidak memakai pakaian putih?
Orang meninggal menghadap siapa? Sedangkan sholat menghadap Siapa? Apa yang beda….
Bagaimana kalau orang suka pakai batik dalam sholat pada waktu meninggal kita kubur dengan kain batik yang selalu ia pakai dalam menghadap Allah pada waktu sholat?
Semua akan berteriak jangan/salah/ngawur…dll…,
Kenapa wanita dari sejak dulu memakai mukenah warna putih, kenapa laki – laki lain. Bukankah tujuan dalam sholat sama, kenapa ?
Mengaji haruslah juga mengkaji, sholat untuk dapat khusu’ harus tau arti dan maknanya…( itu yg selalu saya tekankan pada ananda Raditya dan Betsalia anak saya)
Bukankah kalau kita naik haji juga memakai pakaian putih, bagaimana kalau pakai sarung dan baju lorek-lorek….pasti salah/ngawor/sembarangan…dll
Ada yang bilang : kan tergantung niat…..,jangan buru-buru berucap kalau tidak faham ilmu hakikat, …saya stop sampai disini.
Pakaian itu syariat,kalau niat…( belajar ilmu biar faham )
Pemuka agama jaman dahulu dalam sholat dan setiap kegiatan agama selalu suka memakai pakaian putih ,saya ambil contoh Pangeran Diponegoro
Beliau dalam beribadah selalu memakai pakaian putih dan setiap kegiatan apapun suka memakai pakaian putih, ada apa dengan pakaian putih..?
Pada saat itu tokoh agama yang kuat pendirian saja yang tetap memakai pakaian putih,sedangkan yang setengah-setengah dan takut dengan para penjajah
Memakai pakaian biasa karena takut di tembak atau di tangkap oleh kolonial Belanda saat itu, tetapi apakah sekarang masih ada penjajah..? masih
Nafsu,ketakutan,malu,tidak percaya diri itulah diantaranya penjajah sekarang.
Mari berjuang usir penjajah…jadilah pemimpin untuk mengusir penjajah dengan pakian putih, sebagai bukti bahwa kita kuat dan teguh pendirian terhadap ilmu dan agama kita.
Sebelum sholat kita biasakan mulailah dengan iktikap dan duduk berzikir,istifar dan merendah kepada Allah yang maha besar.
Baru berdiri memulai gerakan sholat.

Takbiratul ihram
Allahu Akbar
Allah Maha Besar
Do’a Iftitah
Wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha
(Kuhadapkan wajahku, ke hadapan Dzat yang Mencipta langit dan bumi)
haniifam muslimaw wamaa ana minal musyrikin
(Kumenghadap dengan hati cenderung kepada-Nya, dan aku bukan tergolong orang2 yang menyekutukan-Nya)
Inna shalaati, wa nusuki, wamahyaaya wa mamaati, lillaahii rabbil ‘aalamiin
(Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, hanya bagi Allah Tuhan semesta alam)
Laa syariikalahuu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin
(Tiada sekutu bagi-Nya, dan demikianlah aku diperintahkan, dan aku tergolong orang-orang yang berserah diri—muslimin)
Al-fatihah
Bismillaahirrahmaanirrahiim
(Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang)
Alhamdulillaahi rabbil Aalamiin
(Segala puj bagi Allah, tuhan semesta alam)
Arrahmaanirrahiim
(Yang maha pengasih lagi maha penyayang)
Maaliki yaumid diin
(Yang merajai hari pembalasan)
Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin
(Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan)
Ihdinash shiraathal mustaqiim
(Tunjukilah kami jalan yang lurus)
Shiraathal ladziina an’amta alaihim
(Yaitu jalan orang-orang—yang telah engaku beri nikmat kepada mereka)
Ghairil maghdhuubi alaihim wa ladh dhaalliin
(Bukan jalan orang-orang yang dilaknat, bukan pula yang tersesat)
Ruku’ / Sujud
Subhana rabbiyal ‘azhim wa bihamdihi 3x (untuk bacaan ruku’) dan
Maha Suci Tuhan Yang Maha Agung, dan memujilah aku kepadaNya
Subhana rabbiyal a’la wabihamdihwabihamdihi 3x (untuk bacaan sujud)
Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepadaNya
Atau:
Subhanakallah humma rabbana wabihamdika Allahummaghfirli
Maha Suci engkau ya Allah, ya Tuhan kami, dan kumemuji kepadaMu, ya Allah ampunilah aku
I’tidal
Sami’allahu liman hamidah
Semoga Allah mendengar orang yang memujinya
Rabbana lakal hamdu, hamdan katsiran, thayyiban mubarakan fihi
Ya Tuhan kami, bagimu segala puji, pujian yang banyak dan baik…..
Duduk di antara 2 Sujud
Allahumaghfirli, warhamni, wajburni, wa afini, wahdini, warzuqni
Ya Allah, ampunilah aku, sayangilah aku, cukupkanlah segala kekuranganku, berilah aku kesehatan, tunjukilah aku, berilah aku rezeki
Tahiyyatul Awal / Akhir
Attahiyyatulillahi washalawatu waththayyibah
Segala kehormatan bagi Allah, serta segala kebahagiaan dan kebaikan
As-salamu’alaika ayyuhan nabiyyu, warahmatullahi wabarakatu
Semoga keselamatan atasmu ya Nabi (Muhammad SAW), serta rahmatNya dan barokahNya
As-salamu’alaina wa ‘ala ibadillahish shalihin
Semoga keselamatan atas kami, dan atas hamba-hamba yang shaleh*
Asyhadu alla ilaha illa Allah, wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya
Allahumash shalli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad atau wa ‘ala alihi
Ya Allah, limpahkanlah kebahagiaan (shalawat) atas Nabi Muhammad, dan atas keluarganya
Kama shallaita ‘ala Ibrahim, wa ‘ala ali Ibrahim
Sebagaimana Engkau limpahkan kepada Nabi Ibrahim, dan kepada keluarganya
Wabarik ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad
Dan berkatilah Nabi Muhammad, serta keluarganya
Kama barakta ‘ala ibrahim, wa ‘ala ali ibrahim
Sebagaimana Engkau memberkati Nabi Ibrahim, serta keluarganya
Innaka hamidum majid
Sesungguhnya Engkau Maha Suci lagi Maha Mulia
Salam
As-salamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Semoga keselamatan atasmu, serta rahmat Allah dan barokahNya
*bacaan tersebut merupakan dialog Nabi Muhammad SAW dengan Allah SWT pada saat perostiwa Isra’ Mi’ra

Semoga bermanfaat amin...
(Didit pinasthika)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 9, 2011 in sepiritual

 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: