RSS

MASUKLAH ISLAM SECARA KESELURUHAN

23 Des

MASUK ISLAM SECARA KESELURUHAN

Sebagai pangkal tolak tulisan kami ini disampaikan dulu firman Alloh SWT. dalam Al Qur-an surat Albaqoroh ayat 208:
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
YAA AYYUHALLADZIINA AAMANUDKHULUU FISSILMI KAAFFATAN WALAA TATTABI’UU KHUTHUWAATISYSYAITHOONI INNAHU LAKUM ‘ADUWWUN MUBIIN.
Artinya : Wahai orang-orang mukmin hendaklah kamu semua masuk ke dalam Islam keseluruhan dan janganlah kamu mengikuti jejaknya syetan, sesungguhnya syetan itu untuk kamu musuh yang jelas.

Firman Alloh Ta’ala diatas berisi tiga macam :

1.Berisi Perintah.
YAA AYYUHALLADZIINA AAMANUDKHULUU FISSILMI KAAFFAH.
Artinya : Wahai orang-orang mu’min hendaklah kamu semua masuk kedalam Islam keseluruhan.

Jadi orang-orang yang beriman diperintah oleh Alloh Ta’ala supaya masuk kedalam Islam secara keseluruhan, jadi tidak masuk sebagian saja, artinya :
Ucapannya diperintah masuk Islam.
Fikirannya diperintah masuk Islam.
Pendengarannya diperintah masuk Islam.
Hatinya diperintah masuk Islam supaya menjadi hati Islam, pandangannya pandangan hidup Islam.
Jadi perintah masuk ke dalam Islam tersebut perintahnya masuk tidak sebagian saja, tapi perintah masuk Islam secara keseluruhan, artinya apa yang ada pada diri kita kesemuanya harus kita masukkan Islam.

2. Berisi Larangan.
WALAA TATTABI’UU KHUTHUWAA-TISYSYAITHOON.
Artinya : Janganlah kamu mengikuti jejaknya syetan.

3.Berisi Bayan (Penjelasan).
INNAHU LAKUM ‘ADUWWUN MUBIIN.
Artinya : Sesungguhnya syetan itu musuhmu yang jelas.

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
YAA AYYUHALLADZIINA AAMANUDKHULUU FISSILMI KAAFFATAN WALAA TATTABI’UU KHUTHUWAATISYSYAITHOONI INNAHU LAKUM ‘ADUWWUN MUBIIN.
Artinya : Wahai orang-orang mukmin hendaklah kamu semua masuk ke dalam Islam keseluruhan dan janganlah kamu mengikuti jejaknya syetan, sesungguhnya syetan itu untuk kamu musuh yang jelas.

Ayat diatas, jelas khitobnya, yang dituju oleh firman Alloh Ta’ala diatas ialah : “Alladziina Aamanuu” : Orang-orang beriman.
Lalu siapakah yang disebut “Alladziina Aamanuu” yang diperintah masuk Islam itu ?

Melihat dhohirnya ayat ini, sebelum masuk Islam sudah disebut “Alladziina Aamanuu” yang diterjemahkan : orang-orang yang beriman.
Sekarang ada pertanyaan :
- Siapakah “Alladziina Aamanuu” itu ?
- Apakah semua manusia yang ada di dunia ini disebut “Alladziina Aamanuu” semua ?
- Apakah hanya sebagian saja manusia di dunia ini yang disebut “Alladziina Aamanuu” ?

Soal membaca lafadh dan memaknai itu mudah, tapi mencari sasaran makna itulah yang sulit dan dalam bahasan ini lebih sulit lagi.

Tulisan ini bertema tashawwuf, maka janganlah diukur dengan bahasan ilmu feqih. Jadi masih membahas siapakah yang disebut “Alladziina Aamanuu” saja, ini membutuhkan kecermatan.
Kita kembali kepada persoalan, siapakah yang disebut “Alladziina Aamanuu” itu ?

1. Jawaban Pertama.

Semua manusia di dunia ini adalah “Alladziina Aamanuu”.

Kalau dijawab : Semua manusia di dunia ini adalah “Alladziina Aamanuu”, maka kalau begitu di dunia ini tidak ada orang yang kafir, tidak ada orang yang fasiq tapi semuanya mukmin.

Jawaban yang seperti itu adalah jawaban yang jelas bertentangan dengan Al Qur-an, sebab dalam Al Qur-an diterangkan bahwa ada “Alladziina Aamanuu” dan ada “Alladziina Kafaruu”.

Dalam Al Qur-an surat Albaqoroh diterangkan :
WALLADZIINA YU`MINUUNA BIMAA UNZILA ILAIKA WAMAA UNZILA MINQOBLIKA WABIL AAKHIROTI HUM YUUQINUUN (4) ULAAIKA ‘ALAA HUDAN MINROBBIHIM WA ULAAIKA HUMULMUFLIHUUN (5).
Ayat diatas menerangkan diantara sifat-sifatnya “Alladziina Aamanuu”, setelah itu ayat selanjutnya menerangkan sifat-sifatnya “Alladziina Kafaruu”.
INNAALLADZIINA KAFARUU SAWAAUN ‘ALAIHIM A-ANDZARTAHUM AMLAM TUNDZIRHUM LAA YU`MINUUN (6) KHOTAMALLOOHU ‘ALAA QULUUBIHIM WA’ALAA SAM’IHIM WA’ALAA ABSHOORIHIM GHISYAAWATUN WALAHUM ‘ADZAABUN ‘ADHIIM (7).
Dalam surat Albaqoroh ini, disini disebutkan manusia itu ada yang “Alladziina Aamanuu” dan ada yang “Alladziina Kafaruu”.

Jadi kalau dikatakan bahwa semua manusia di dunia ini disebut “Alladziina Aamanuu”, ini jelas bertentangan dengan Al Qur-an surat Albaqoroh yang tersebut diatas. Begitu juga dalam Al Qur-an di surat yang lain juga disebutkan :
INNALLADZIINA AAMANUU TSUMMA KAFARUU TSUMMA AAMANUU
Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir kemudian beriman.

Malahan ada ancaman :
U’IDDAT LILKAAFIRIIN
Artinya : Neraka itu dipersiapkan bagi orang-orang kafir.

Jadi jelas, jawaban yang mengatakan bahwa seluruh manusia di dunia ini adalah “Alladziina Aamanuu”, adalah jawaban yang jelas-jelas bertentangan dengan Al Qur-an.

2. Jawaban Kedua.

Sebagian manusia di dunia ini ada yang “Alladziina Aamanuu” yakni orang-orang yang percaya akan adanya Alloh, percaya akan adanya yaumil akhir dan sebagian ada yang “Alladziina Kafaruu”.

Jawaban yang kedua, inipun sulit. Sebab, kalau toh sebagian manusia itu ada yang “Alladziina Aamanuu” dan sebagian manusia ada yang “Alladziina Kafaruu”, padahal perintah masuk Islam itu ditujukan kepada “Alladziina Aamanuu”.

Maka kalau begitu ajakan perintah masuk Islam dalam surat Albaqoroh ayat 208 diatas, tidak untuk semua manusia, padahal ini bertentangan dengan Al Qur-an surat Saba` ayat 28.
WAMAA ARSALNAAKA ILLAA KAAFFATAN LINNAASI
Artinya : Tidaklah Aku utus kamu (Muhammad), kecuali untuk seluruh manusia.

Ayat ini menerangkan bahwa da’wahnya Rosululloh adalah untuk “Kaaffatan Linnas” : seluruh manusia. Jadi jawaban yang kedua inipun jelas bertentangan dengan Al Qur-an.

Jadi dengan jawaban : Sebagian manusia di dunia ada yang Aamanuu dan sebagian lagi ada yang Kafaruu, berarti orang-orang kafir tidaklah kena perintah masuk Islam, dan berarti :
Orang-orang kafir itu lepas dan bebas tidak kena undang-undang Islam.
Orang-orang kafir itu lepas dan bebas tidak kena undang-undang perintah agama.
Orang-orang kafir itu lepas dan bebas tidak kena undang-undang larangan agama.
Jadi kalau mereka itu tidak sholat, tidak zakat, mereka itu makan babi, berzina dan sebagainya, maka mereka tidaklah berdosa, sebab mereka tidak kena undang-undang perintah dan larangan.

Jadi kalau begitu yang dikatakan, ada orang taat yang akan masuk syurga dan ada orang maksiyat yang akan dihukum dengan neraka itu adalah khusus untuk orang yang beriman saja, tidak termasuk orang-orang kafir, sebab orang-orang kafir lepas tidak kena undang-undang perintah dan lepas tidak kena undang-undang larangan.

Sebab yang dinamakan orang taat ialah orang yang kena perintah lalu melaksanakan perintah, dan yang dinamakan orang maksiyat ialah orang yang kena undang-undang larangan, lalu orang tersebut melanggar larangan tersebut. Jadi jelas lah bahwa yang dikatakan orang taat dan maksiyat ialah orang yang beriman saja, bagi orang kafir tidak ada istilah taat dan maksiyat.

Seumpamanya ada sapi tidak sholat, maka siapa yang mengatakan kalau sapi itu salah, wong sapi tidak kena undang-undang perintah sholat. Begitu juga orang kafir tidak kena undang-undang “Udkhuluu Fissilmi Kaaffah” : “Masuk Islam keseluruhan”, maka orang kafir itu bila tidak sholat, zakat, ya tidak salah.

Seumpamanya dikatakan kepada orang kafir: “Kamu tidak sholat, tidak zakat itu salah!’.

Maka bisa saja mereka menjawab : “Lho saya salah apa, dari mana kesalahan saya, wong saya tidak kena undang-undang perintah melaksanakan sholat, tidak kena undang -undang perintah melaksanakan zakat kok. Yang salah itu orang yang kena undang-undang perintah sholat lalu orang itu tidak sholat, itu salah. Kena undang-undang zakat lalu orang tersebut tidak zakat. Kena undang-undang larangan zina lalu orang itu berzina, itu baru orang tersebut dikatakan salah.
Kalau saya kan tidak kena undang-undang tersebut, maka saya tidak sholat, saya tidak melaksanakan zakat, saya melakukan perzinaan ya jangan dikatakan salah, sebab saya tidak kena undang-undang tersebut”.

Dengan jawaban yang kedua, maka berarti :
- Tidak ada istilah taat bagi orang kafir.
- Tidak ada istilah maksiyat bagi orang kafir.
- Tidak ada istilah syurga bagi orang kafir.
- Tidak ada istilah masuk neraka bagi orang kafir.

Kesemua istilah tersebut adalah khusus untuk orang mukmin saja, sebab orang kafir diluar undang-undang perintah dan larangan. Itu kalau jawaban bahwa manusia di dunia sebagian ada yang mukmin dan sebagian ada yang kafir.

Jadi kedua jawaban diatas sama-sama dihadapkan kepada persoalan yang sulit. Baru membahas “Yaa Ayyuhalladziina Aamanuu” saja sudah sulit. Kalau maknanya saja sih mudah:
“Yaa Ayyuhaa” : Wahai orang-orang.
“Alladziina” : Orang banyak.
“Aamanuu” : Orang yang beriman.

Maknanya itu mudah, tapi siapa “Alladziina Aamanuu” itu yang sulit. Dan nanti di lain waktu akan diterangkan, untuk sekarang ini, sementara ini ya dimaknai seperti diatas saja.

Jadi baru sampai “Yaa Ayyuhalladziina Aamanuu” saja sudah sulit, padahal ayat Al Qur-an itu ibarat kelapa : ada sabutnya, ada bathoknya, ada daging kelapanya, ada santannya dan ada minyaknya. Kalau lafadh itu seperti sabut, dan sabut itu adalah kulit luar dan bathok itu juga kulit yakni kulit dalam. Jadi sepet dan bathok itu sama-sama kulitnya yakni kulit luar dan kulit dalam.

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 23, 2011 in sepiritual

 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: