RSS

HALAL DAN HARAM

 

HALAL DAN HARAM

Kriteria yang disebut makanan halal itu dilihat dari 2 segi, yaitu :

  1. Dilihat dari segi dzat makanannya.
  2. Dilihat dari segi cara memperolehnya.

Misalnya onde-onde, onde-onde dari segi dzat makanannya jelas halal, tapi bila onde-onde itu diperoleh dengan cara mencuri, maka onde-onde tsb jadi haram. Jadi ada halal dari segi dzatnya dan ada halal dari segi cara memperolehnya.

Tapi kadang ada juga orang yang tidak memperdulikan cara memperoleh rezeki, mereka meggunakan cara apa saja asal dapat, seperti mencuri, korupsi, menipu, memeras dan lain sebagainya.

Ada yang misalnya dengan cara membuat tuduhan pencurian, lalu ditangkapnya dan dipaksa mengaku telah melakukan pencurian. Akhirnya terjadi tawar menawar, bila ingin keluar harus bayar 10 juta dulu, sehingga akhirnya yang menuduh dapat 10 juta.

Terus hasilnya digunakan untuk menghidupi istri dan anak cucunya, (berarti sama dengan meracuni keturunannya dengan sesuatu yang haram, menggemukkan anak istrinya dengan penderitaan orang lain, ini banyak terjadi dikalangan pejabat), ada yang dibelikan mobil, rumah, dipakai untuk pergi haji dst.

Meskipun uangnya dirupakan apa saja, kalau memang cara memperolehnya dengan jalan tidak baik atau dengan cara haram, maka semua yang dihasilkannya menjadi haram. Yang jadi darah, darah haram, yang dibelikan mobil, mobil haram, yang dibelikan perhiasan, jadi perhiasan haram, yang dipakai untuk haji, jadi haji haram, begitu juga sholatnya, puasanya menjadi haram atau tertolak oleh Alloh. (Na’udzubillah min dzalik).

Bila cara mencari rezkinya haram, lalu dimakan, otomatis akan menjadi pula kekuatan tubuh yang haram. Dan dari kekuatan yang haram itu jika digunakan untuk ibadah, berarti sama dengan ibadahnya berdiri diatas kekuatan haram. Dan bila ibadahnya berdiri diatas kekuatan yang haram maka dapat pula dikatakan menyetorkan sesuatu yang haram kepada Alloh atau menyetorkan bangkai kepada Alloh. (Na’udzubillah min dzalik).

Karenanya kita harus mencari rezki yang halal, bershodaqoh juga dengan uang halal, yang dipakai untuk membeli madu (yang akan digunakan sebagai obat), harus juga dengan uang halal.

semoga bermanfaat amin

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 18, 2012 in sepiritual

 

OBAT PENYAKIT HATI YANG KELIMA

Obat penyakit hati yang kelima.

Dalam Kitab Al Adzkiya` diatas disebutkan :      

WAMUJAALISATISH SHOLIHIINAL   FUDLOLAA.

Artinya : “Satu majlis dengan orang-orang yang baik”.

 

Kalau kita berteman dengan orang-orang yang baik maka kebaikannya akan berasar kepada kita tapi kalau berteman dengan orang-orang jahat maka kejahatan itu juga akan menular kepada diri kita.

Dalam kitab Ta’liimul muta’allim di nadlomkan :

ANIL MAR-I LAATAS`AL WA-ABSHIR QORIINAHU. FA-INNAL QORIINA BIL MUQOORONI YAQTADII.

FA-IN KAANA DZAASYARRIN FAJANNIBHU SUR’ATAN. WA-INKAANA DZAAKHOIRIN FAQOO RINHU TAHTADII. (Kitab Ta’liimul Muta’allim)

Artinya :”Janganlah kamu bertanya mengenai seseorang tetapi lihatlah siapa temannya. Karena seseorang akan mengikuti perilaku temannya. Bila temannya orang yang jahat, maka hindarilah segera. Bila temannya adalah orang yang baik, maka bersahabatlah dengannya, niscaya kamu akan mendapat petunjuk”.

Keterangan :

Kepada seseorang bagaimana dia, janganlah kamu bertanya : Itu anaknya siapa, itu keturunannya siapa dan lain sebagainya, akan tetapi tanyalah dia itu berteman dengan siapa? karena bagaimana dia itu bisa dilihat dari situ, biasanya runtang-runtungnya itu dengan siapa ?

 

Kalau runtang-runtungnya dengan teman yang baik maka biasanya menjadi orang yang baik, tapi kalau runtang-runtungnya dengan orang yang jahat maka alamat bahwa orang itu juga jahat karena kena kejahatannya temannya yang jahat tadi.

 

Kalau ingin mendapatkan burung perkutut ya harus dicarikan sejenisnya yakni juga burung perkutut. Coba kalau ingin burung perkutut tapi jontrotnya (umpannya) itu bebek, atau dijontroti (diumpani) kodok ya tidak akan bisa karena tidak jenisnya.

 

Dalam Kitab Ta’lim tadi diterangkan : Kalau kamu tahu, kamu saksikan setiap hari orang itu berkumpul dengan orang-orang yang jahat, orang-orang yang buruk perilakunya, maka cepat-cepatlah kamu harus menjauh dari orang itu. Akan tetapi kalau kamu tahu setiap hari orang itu bersama dengan orang-orang yang baik maka bertemanlah kamu maka kamu akan mendapat petunjuk. Rosululloh SAW. pernah bersabda :

QOOLA ROSUULULLOOHI SHOLLALLOOHU ‘ALAI HI WASALLAM : MATSALUL JALIISISH SHOOLIHI WAL JALIISIS SUU-I KAMATSALI SHOOHIBIL MISKI WAKIIRIL HADAADI. (Al Hadits)

Artinya : “Bersabda Rosululloh SAW. : Umpamanya orang-orang yang sekedudukan dengan orang yang baik dan orang yang sekedudukan dengan orang yang jahat, itu seperti berteman dengan orang berjualan misik (minyak wangi) dan berteman dengan pande besi.

Hadits diatas menerangkan :

Orang yang berteman dengan orang baik itu seperti orang yang berteman dengan orang yang berjualan misik (minyak wangi), walaupun tidak membeli minyak wangi tapi masih kena bau wanginya.

 

Akan tetapi kalau berteman dengan orang-orang jahat itu seperti dekat dengan dapurnya pande besi, kalau tidak terbakar rumahnya, ya terbakar pakaiannya, kalau tidak terbakar pakaiannya ya terbakar badannya. Kalau berteman dengan provokator ya jadi provokator.

 

Obatnya hati ada lima yakni yang sudah diterangkan diatas satu-persatu. Dan itu terserah kita memilih yang mana dari obat-obat itu ?

Umpamanya saya milih yang nomer satu saja! Ya silahkan. Saya memilih obat yang nomer dua saja ? Silahkan ! milih nomer tiga saja ? Ya silahkan. Milih nomer empat saja, silahkan ! memilih obat nomer lima saja, silahkan.

 

Lha kok sulit semua ! Kalau semua tidak ada yang dipilih karena sulit semua ya sudah, Kok sulit semua ya tetap sulit yakni tetap sulit hatinya untuk dapat sembuh dari penyakit-penyaki hati.

Semoga bermanfaat amin…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 9, 2012 in sepiritual

 

OBAT PENYAKIT HATI

Obat penyakit hati yang ke-empat

Dalam Kitab Al Adzkiya` diatas disebutkan :
WATTADLORRU’U BIS SAHAR.
Artinya : “Dzikir malam dengan tawadlu’ (ndepe-nde- pe) diwaktu sahur”.

Obatnya hati keempat yakni dzikir diwaktu sahur atau diwaktu fajar atau menjelang fajar. Ini tambah berat lagi karena pada waktu itu adalah waktu enak-enaknya orang tidur.

Dzikir malam yakni pada jam 3 sampai jam setengah 4 atau sampai jam 4, pada waktu itu melaksanakan dzikir terus.

Masalah mengamalkan dengan dzikir yang mana, ini terserah kita, apa kita mengamalkan dzikir jahar – Nafi isbat, apa kita mengamalkan dzikir sirri – Ismu Dzat, apa kita mengamalkan dzikir ghoib, itu terserah kita.
Membaca dzikir “Laa ilaaha illallooh” kalau suaranya keras, itu namanya dzikirnya Jahar, sedangkan kalau dzikir “Laa ilaaha illallooh” didalam hati tidak terdengar, itu namanya dzikir Sirri.

Jadi kalau dikeraskan itu namanya dzikir jahar kalau dipelankan sampai tidak terdengar itu namanya dzikir sirri.

Kalau dzikirnya itu “Laa ilaaha illallooh” itu namanya dzikir Nafi Itsbat.
Kalau dzikirnya itu “Alloh – Alloh” itu namanya dzikir Ismu Dzat .
Kalau dzikirnya itu “Hu – Hu – Hu” itu namanya dzikir Ghoib. Sebab Hu itu maknanya Dia, lalu Dia itu siapa ?
Dia itu ghoib, karena Dia itu tidak menyebut namanya, tidak menyebut sifatnya, hanya menyebut DzatNya Dia.
Hu itu ialah :
HUWALLOOHU AHAD, HUWAL AWWALU WAL AAKHIRU, HUWAL HAYYUL QOYYUUMU.

Jadi terserah kita akan berdzikir dengan dzikir yang mana! Boleh kita dzikir Laa ilaaha illalloh sebelum shubuh 3000 x umpamanya, ah kok kebanyakan, ya kalau begitu 2000 x saja, wah 2000 x kok tidak kuat, ya 1000 x, 1000 x tidak kuat ya 500 x, 500 x tidak kuat, ya 120 saja .

Kadang 120 itu ada yang menawar bagaimana kalau 60 x ! maunya mencari yang ringan saja, itu kan untuk mengobati hatinya sendiri, yang mengobati hatinya sendiri itu siapa? kalau tidak dirinya sendiri.

Sebesar-besarnya Ibadah

Besar-besarnya ibadah itu ada dua yaitu dzikir dan syukur. ya cuma ada dua itu, dan menerangkan dua itu yakni dzikir dan syukur memakan waktu yang lama.
– Karena dzikir dan syukur itulah Alloh Ta’ala menciptakan langit dan bumi.
– Karena dzikir dan syukur itulah Alloh Ta’ala menurunkan kietab 104 kitab itu .
– Karena dzikir dan syukur itulah nabi 124.000 diturunkan.
– Karena dzikir dan syukur itulah Alloh Ta’ala mempersiapkan syurga kepada orang yang dzikir dan syukur.

Seandainya tidak ada dzikir dan syukur tidaklah ada alam semesta ini, tidak ada manusia. Jadi karena dzikir dan syukur itulah maka ada manusia, ada alam semesta, ada nabi, ada kitab yang sekian banyaknya itu. Maka dua ini diperintahkan dalam Al Qur-an :
FADZKURUUNII ADZKURKUM WASYKURUULII WALAATAKFURUUN. (Q.S. Al Baqoroh / Ayat 152).
Artinya : “Maka ingatlah kamu semua kepada-Ku, Aku ingat kepadamu, dan bersyukurlah kamu semua kepada-Ku dan janganlah kamu kufur”.

Doa yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rosululloh.

Dua ibadah itu memang berat makanya kita minta pertolongan kepada Alloh Ta’ala supaya bisa dzikir dan syukur sebagaimana doa dari Rosululloh :
ALLOOHUMMA A’INNAA ‘ALAA DZIKRIKA WASYUKRIKA WAHUSNI IBAADATIKA.
Doa diatas adalah satu-satunya doa yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rosululloh. Meskipun hanya satu kali Rosululloh tidak pernah meninggalkan akan doa yang tersebut diatas.

Dzikir dan syukur adalah dua ibadah yang terbesar. Dan bertemunya dua ibadah itulah Majma’al Bahrain yakni bertemunya dua lautan. Kemudian dari dua lautan kemudian timbul dua berlian. Sebagaimana tersebut dalam Al Qur-an :
YAKHRUJU MINHUMAAL LU’LU’U WAL MARJAAN. (Q.S. Ar Rohman / Ayat 22)
Dari keduanya keluar berlian & marjan

Terkadang ada yang berkata : Saya kalau dzikir itu tidak bisa mantap, lalu bagaimana ?
Ya belajar ! Ya dipaksa, meskipun lesan membaca La ilaaha illalloh tetapi dalamnya / hatinya sudah tidak ingat Gusti Alloh itu masih dapat ganjaran / pahala.

Lesan membaca Laa ilaaha illalloh tapi dalamnya / hatinya ingat macam-macam, ingat jualan, itu tidak apa-apa teruskan saja dzikirnya nanti lama-kelamaan ucapan Laa ilaaha illaloh itu masuk mempengaruhi hati sehingga ingatnya kepada macam-maam itu bisa tipis-tipis akhirnya ingat kepada Gusti Alloh.

Jadi ada dari luar beratsar / berbekas kedalam, ada kadang-kadang yang dari dalam beratsar keluar. Jadi walaupun waktu lesan membaca Laa ilaaha illalloh tapi hati kita belum bisa ingat kepada Aloh itu tidak apa-apa diteruskan saja.

Kadang ada yang dzikir jahar sehari semalam 12.000 dengan maksud biar cepat meningkat keimanannya.
: Kalau ingin cepat meningkat keimanannya maka sifat-sifat hati itu belajar dijauhi, jadi tidak cukup dengan ucapan dzikir saja.

Dzikir Laa ilaaha illalloh sampai 1000 tapi setelah lesan mengucap kalimat suci tersebut kemudian lesan dibuat misuh-misuh (bicara yang kotor-kotor), dibuat menghujat orang atau memfitnah orang, itu namanya amalannya dibatalkan sendiri, dapatnya dzikir begitu banyaknya itu tadi sudah habis. Diisi kalimat suci sendiri kemudian dieteh-eteh (dikotori) sendiri, ini tidak bisa disuruh meningkat ke imanannya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 7, 2012 in sepiritual

 

MACAM-MACAM PENYAKIT HATI DAN OBAT PENYAKIT HATI

OBAT PENYAKIT HATI ( 1 )

FII QULUUBIHIM MARODLUN.
Artinya : “Didalam hati mereka ada penyakitnya”.

Penyakit hati itu memang sulit diobati, penyakit hati itu tidak bisa diobati dengan pil yang biasa kita minum.

Penyakit hati riya’, penyakit hati syirik, penyakit hati bakhil (kikir), penyakit hati dholim, penyakit hati hasud, penyakit hati thoma’ atau rakus itu semuanya itu adalah penyakit hati.

Ada lagi penyakit ujub yakni membangga-banggakan diri, supaya dipuji sebagai orang yang pintar. Kalau tidak membangga-banggakan dirinya ya membangga-banggakan keturunannya: “Bapak saya, mbah saya dulu itu waliyyulloh, bapak saya itu kyai besar”.
Itu namanya membanggakan keturunan, itu penyakit ujub. Kalau kita menghadapi orang seperti itu ya kita jawab : “Yang kyai itu kan bapakmu, kamu kan bukan waliyyulloh bukan juga kyai”.
Ada yang ujub karena tubuhnya bagus, tubuhnya gagahnya itu kalau orang itu laki-laki, kalau perempuan ujub akan kecantikannya.
Jadi penyakit-penyakit hati itu sangat banyak.

Maka dari itu didalam kitab Al Adzkiya’ diceritakan :
WADAWAA’UQOLBIN KHOMSATUN FATILAA WATUN.
BITADABBURIL MA’NAA WALILBATHNIL KHOLAA
WAQIYAAMUHU LAILIN WATTADLORRU’U BIS SAHARI.
WAMUJAALISATUSH SHOOLIHIINAL FUDLOLA.
Artinya : “Obat hati itu ada lima : Membaca Al Qur-an dengan mengerti maknanya dan perut lapar. Dan sholat malam dengan tadlorru’ pada waktu sahar, dan semajlis dengan orang-orang yang sholeh serta meng- utamakan”.

Obatnya hati itu ada lima, nanti satu-persatu sumbernya akan diterangkan, secara bersambung. ini semua didalam Al Qur-an dan Hadits nabi.

1. Obat Penyakit Hati Yang Kesatu.

Dalam Kitab Al Adzkiya` diatas disebutkan :
FATILAAWATUN BITADABBURIL MA’NAA.
Artinya : “Membaca Al Qur-an beserta angan-angan maknanya Al Qur-an”.
Tilaawatil Qur-an artinya membaca Al Qur-an.
Ini didalam Al Qur-an surat Al Isro` disebutkan :
WANUNAZZILU MINAL QUR-AANI MAA HUWA SYIFAA` (Q.S. Al Isro` / Ayat 82)
Artinya :”Diturunkan Al Qur-an didalamnya me- ngandung obat”.

Dalam surat Muhammad disebutkan :
AFALAA YATADABBUARUNAL QUR-AAN. (Q.S. Muhammad / Ayat 24 )
Artinya : “Apakah kamu angan-angan maknanya Al Qur-an”.

Ini obat yang pertama, obat yang pertama ini obat untuk orang yang dapat membaca Al Qur-an beserta maknanya, kalau memang tidak bisa minum obat yang pertama ya minum obat yang kedua.

2. Obat Penyakit Hati Yang Kedua.

Dalam Kitab Al Adzkiya` diatas disebutkan :
WALILBATHNIL KHOLAA.
Artinya : “Dan perut lapar”.

Obat hati yang kedua yaitu perut harus kosong artinya berpuasa. Harus sering-sering berpuasa, Nabi Muhammad pernah bersabda :
QOOLA ROSUULULLOOHI SHOLLALLOOHU ‘ALAIHI WASALLAM : SHUUMUU TASHIHHUU. (Al Hadits)
Artinya : “Bersabda Rosululloh SAW. : Puasalah kamu, kamu akan sehat”.

Terkadang puasa tidak makan tapi waktu malamnya nggayemi (ngemil) saja. Hati (jantung) itu menggantung diatasnya perut, kalau waktu akan tidur malam hari itu masih makan terus maka usus terus menggiling makanan yang akhirnya menimbulkan uap dan uap itu mengasapi / menguapi hati, akhirnya hati jadi gelap.

Jadi kalau puasa itu yang baik ialah terasa lapar (Kholaa) itu namanya Walil Bathnil Kholaa.

Puasa senin puasa kamis, puasa bulan Asyuro dan lain sebagainya, terutama puasa bulan Romadlon juga puasa kelahiran.

Wal hasil puasa mutlak karena mengikuti perintah Alloh dan Rosululloh yakni Walil Bathnil Kholaa dan juga perintah Rosululloh : Shuumuu Tashihhuu.

Kadang mau puasa tapi tidak puasa mutlak, tidak puasa ibadah, tapi masani si A, pacaran ditolak lalu puasa. Jadi yang di puasani itu bukan agama bukan karena perintah Alloh, yang dipuasani itu jaran kore, jalan melayu, jaran gindrang, jaran goyang, semar ngguyu, yang dipuasani itu yang ada sun-sunnya itu : Sun metek ajiku, pacul guang”. Jadi sudah salah arah itu namanya.

Ada lagi, kadang-kadang mau puasa tapi tidak puasa ibadah, tapi puasa masani Brojo musti, kalau puasa dengan memegang batu, katanya : “Apa yang kena tanganku akan remek, remuk, rempul, lebur menjadi air”.
Hal yang seperti itu kan mengkhawatirkan, umpamanya isterinya rewel sedikit lalu dipegang dipukul akhirnya remek, rempul, kan berbahaya. Mengapa tidak dieman-eman (disayang) ketika masih dipenghulu janjinya bagaimana tapi salah sedikit saja dikeplaki (dipukuli).
Ya tidak apa-apa kalau Brojo Musti itu di empakno (dihantamkan) ke kendi, walaupun kendi tidak usah diBrojo Musti dibanting saja ya sudah hancur.

Kendi sudah hancur, lalu kendi menangis begini rasanya ikut orang tidak sabaran, akhirnya ketika mau minum, bingung mencari kendi : Dimana kendiku, padahal kendinya sudah dihacurkannya.

Kalau puasa tidak bisa karena terkena sakit mag lalu bagaimana caranya mengobati hati, ya diobati dengan obat yang ke tiga.

SEMOGA BERMANFAAT AMIN
Baca juga Obat penyakit hati ( 2 )

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 24, 2012 in sepiritual

 

KENAPA DIKATAKAN KAFIR

KAFIR ITU APA

Menurut orang umum yang dikatakan orang kafir ialah orang yang tidak mempunyai iman. Ada yang berkata : “Tujuh turunan mereka (orang kafir) itu tidak mempunyai iman”. Perkataan yang demikian itu tidak bisa dipercaya, perkataan yang demikian adalah perkataan yang menyalahi Al Qur-an.

Sebenarnya orang kafir itu bukan orang yang tidak mempunyai iman, sebab jendralnya kafir itu kan Iblis, itu saja masih percaya kepada Alloh dan percaya hari kiyamat. Dalam Al Qur-an diterangkan, Iblis meminta kepada Alloh :
ROBBI FA ANDHIRNII ILAA YAUMI YUB’ATSUUN
Artinya : (Berkata Iblis) Ya Tuhan, tangguhkanlah aku sampai hari kiyamat.

Jadi Iblis saja “Yu`minuuna Billahi Walyaumil Akhir” : Percaya kepada Alloh dan percaya adanya hari kiyamat.

Percaya kepada Alloh dan percaya kepada hari kiyamat itu selalu bergandengan. Seperti dalam Hadits :
MAN KAANA YU`MINU BILLAAHI WALYAUMIL AAKHIRI FALYUKRIM JAAROHU (Alhadits).

Demikian juga dalam Al Qur-an banyak, percaya kepada Alloh itu gandeng percaya kepada yaumil akhir, apa sebab ?
Sebab dua itu adalah inti dari cabangnya iman. Iman mempunyai 79 cabang, dan 79 cabang ini diperas menjadi 6 cabang iman yakni :
1. Percaya kepada Alloh.
2. Percaya kepada kitabnya Alloh.
3. Percaya kepada malaikatnya Alloh.
4. Percaya kepada Rosulnya Alloh.
5. Percaya kepada hari kiyamat.
6. Percaya kepada takdir.
Dan 6 cabang ini diperas lagi menjadi 2, yakni: “Yu`minuuna Billahi Walyaumil Akhir”.

Adapun Iblis yang jendralnya kafir itu juga: “Yu`minuuna Billahi Walyaumil Akhir”. Jadi kalau begitu Iblis itu mukmin apa kafir ?
Iblis itu disebut mukmin, tapi Tuhan menyebut Iblis itu kafir, dalam Al Qur-an :
ABAA WASTAKBARO WAKAANA MINALKAAFIRIIN.

Jadi Tuhan menyebut Iblis itu : “Wakaana Minal Kaafiriin”, tapi dalam ayat yang lain Iblis itu “Yu`minuuna Billahi Walyaumil Akhir”.

Apakah perlunya orang beriman diperintah masuk Islam secara keseluruhan ?

Hal ini kalau diceritakan secara lengkap, apa perlunya orang beriman diperintah masuk Islam, ini akan lama sekali. Dan disini ini akan diceritakan secara garis besarnya saja.

Tujuan yang pertama, orang-orang beriman diperintah masuk Islam ialah supaya orang-orang beriman itu hidup, sebab orang-orang beriman itu masih mati.

Manakah dalilnya yang menerangkan kalau orang Amanu itu masih mati ?

Kalau orang Aamanuu masih mati, apalagi orang Kafaruu maka tambah mati lagi.

Sebagai orang muslim makna hidup haruslah berbeda atau lain dengan makna hidup orang awam.
Dalil yang menerangkan bahwa orang Aamanuu masih mati ini tersebut dalam Al Qur-an surat Al-anfal ayat 24.
YAA AYYUHALLADZIINA AAMAUSTAJIIBUU LILLAAHI WALIRROSUULI IDZAA DA’AAKUM LIMAA YUHYIIKUM
Artinya : Wahai orang-orang Aamanuu sambutlah ajakan Alloh dan ajakan Rosululloh ketika Alloh dan Rosululloh mengajak kamu untuk sesuatu yang dapat menghidupkan kamu.

Jadi diantara tujuannya orang Aamanuu diperintah masuk Islam keseluruhan ialah supaya orang Aamanuu betul-betul menjadi orang-orang yang benar-benar hidup, dalam ayat diatas disebutkan : “Limaa Yuhyiikum”.

Hidup yang bagaimana?
MAKNA HIDUP ITU BERMACAM-MACAM

Sekarang pertanyaan :
– Apakah orang Aamanuu itu tidak hidup ?
– Apakah orang kafir itu tidak hidup ?
– Apakah yang dikehendaki oleh Islam yang dikatakan hidup itu ?

Kalau yang dikatakan hidup itu hidup perkembangan, maka itu adalah hidupnya tumbuh-tumbuhan.

Kalau yang dikatakan hidup itu ditandai oleh keluar masuknya nafas, atau detak jantung, jantungnya itu bergerak, itu alamat hidup, kalau seperti itu maka bukan manusia saja, hewanpun demikian hidupnya. Sapi nafasnya juga keluar masuk, kucing juga sama, kalau seperti itu yang dikatakan hidup maka hal yang demikian adalah hidupnya hewan.

Kalau yang dikatakan hidup adalah selama masih ada hubungannya antara jasmani dan ruhani, maka orang kafir, orang dholim, orang musyrik juga hidup.

Jasmani itu hidup apabila jasmani masih bersandar kepada ruhani. Selama jasmani masih bersandar kepada ruhani maka selama itu jasmani hidup, tapi kalau jasmani sudah ditinggal oleh ruhani, maka jasmani akan mati

Meskipun jasmani tidur terlentang, tapi kalau jasmani belum ditinggal ruhani maka belum dikatakan meninggal / roboh / mati.

Jadi kalau yang dikatakan hidup itu satunya jasmani dengan ruhani, lalu apakah bedanya dengan hidupnya orang kafir ?
Padahal dalam Al Qur-an orang kafir itu disebut mati.
INNAKA LAA TUSMI’ULMAUTA WALAA TUSMI’USHSHUMMADDU’AA-A IDZAA WALLAU MUDBIRIIN.
Artinya : Sesungguhnya kamu (Muhammad) tidak dapat membuat mendengar orang yang mati dan tidak dapat membuat mendengar orang yang tuli ketika orang mati itu tolah-toleh dengan berpaling membelakang.

Kita angan-angan ayat diatas !
Ayat diatas terdapat dalam surat An Naml. Disitu diterangkan orang mati tolah-toleh dengan berjalan mundur itu bagaimana ?

Ini jelaslah bahwa orang kafir itu masih mati. Jadi kalau begitu orang mati itu banyak, bangkai itu banyak, kadang ada mayit yang berpidato, mayit berjualan, mayit bisnis.

Jadi orang kafir itu mati dan begitu juga orang mukminpun juga masih mati. Dan buktinya kalau orang mukmin itu masih mati, maka orang mukmin diperintah untuk menyambut ajakan Alloh dan Rosululloh supaya orang-orang mukmin itu bisa hidup : “Yuhyiikum”.

Lalu yang dimaksud hidup sebagaimana dalam surat Al-Anfal : “Limaa Yuhyiikum” itu hidup yang bagaimana ?

Yang dimaksud hidup disini adalah hidup haqiqi atau hidup haqiqot, yakni bukan sekedar hidup-hidupan saja tapi hidup yang sebenar-benarnya hidup.

Jadi tujuan yang pertama yang pokok, orang mukmin diperintah masuk Islam secara keseluruhan ialah supaya orang mukmin menjadi orang yang hidup dengan sebenar-benarnya hidup atau hidup haqiqi, bukan sekedar hidup-hidupan sebagaimana hidupnya orang kafir. Dan ini adalah nikmat yang besar.
semoga bermanfaat amin
ayo anakku radit dan betsalia teruskan belajarnya nak…biar jadi orang pandai…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 3, 2012 in sepiritual

 

Dongeng Murid sembahyang kok ngintip sarungnya Njeng Sunan Kalijogo yang bolong (berlubang)

Ada dongeng, Njeng Sunan Kalijaga diserahi menggarap soko (tiang). Pada saat menatah kayu, kena hayawan orong-orong dan patah kepalanya pisah dengan badannya lalu mati. Nah..kok mati (kata Sunan Kalijaga). Orong-orong ini kok ngglibet terus, sudah tahu kalau aku kerja seperti ini. ( Masak orong-orong tahu kalau itu nggarap/mengerjakan tiang). Sunan Kalijaga menyesal, terus disambung dengan tatal. Kepala disambung dengan badannya, tapi yang dipakai nyambung itu tatal, kemudian hidup lagi.
Sampai sekarang cerita yang pendek itu diterima secara leterlek (apa adanya), makanya orang-orang itu pasti mengira bahwa di dalam orong-orong itu ada tatalnya. Silahkan diangan-angan !…

Kepala itu kan tempatnya otak, dan badan tempatnya hati. Satu tempatnya perikso, satu tempatnya roso. Perikso dengan roso itu kalau digabung jadi satu, otak harus pertimbangan dengan hati, hati pertimbangan dengan otak, itu nanti jadi ULIL ALBAB. Kalau hanya mengandalkan otak saja, yaa seperti itu, mengkhawatirkan, pinter tapi penipu. Apalagi yang senang (terpaku pada fanatik), tidak bisa membedakan yang Islam dengan Arab. Kena fasehat, kalau ngucap piro-piro, itu jadi firo-firo, baca khutbah ngucap poro hadirin, jadi foro hadirin, begitu juga dengan mengucap jangan mepet-mepet, jadi jangan mefet-mefet. (fasehat itu).
Ada cerita Sunan Kalijaga sembahyang mengimami, yang makmum banyak muridnya itu. Dan pertengahan sembahyang, muridnya tahu kalau sarungnya Sunan Kalijaga itu ada lubang, setelah selesai sembahyang, lalu murid tadi bertanya :” Njeng sunan apa tidak terasa…?”. Lalu Sunan Kalijaga tanya ” Ada apa …?. “Sarung penjenangan itu ada lubang. itu kan aurotnya kelihatan., berarti tidak syah”. Sunan Kalijaga menjawab :” Oh..gitu ? sudah kalau begitu keluarlah jangan jadi muridku”. (Jawaban njeng sunan seperti itu). Lalu muridnya bertanya : Kenapa njeng sunan , saya diusir ?…
Jawab Sunan Kalijaga : Orang Sholat itu, saat kamu baca ALLOHU AKBAR, Alloh kan Maha Besar, kamu kosentrasi kepada Dzat yang Maha Besar. Tapi kamu kok kosentrasi kepada lubang sarung ?…(apakah ini namanya sembahyang?..) jadi lesanmu membaca ALLOHU AKBAR, tapi hatimu tidak merasakan kebesarna Alloh. Itu munafik. Badanmu ruku’ mengagungkan Alloh, tapi hatimu tidak mengagungkan Alloh. Kamu sujud maknanya itu tunduk, badanmu tunduk kepada Alloh, tapi hatimu tidak tunduk kepada Alloh, buktinya segala perintahnya tidak kamu kerjakan, segala larangannya tidak kamu jauhi, itu tidak tunduk namanya. Sikap yang seperti itu munafik. Kamu kalau selesai sholat lalu baca salam, ke kanan :
“ASSALAAMUALAIKUM”,
Maknanya “ASSALAAMU” itu selamat, maknanya “‘ALAIKUM ” itu mudah-mudahan tetap atas kamu semuanya. Tapi nyatanya kamu tidak membuat selamatnya orang lain. Cuma lesanmu saja mengucap salam, tapi kamu menyakitkan, menipu orang lain dsb. Makanya kamu itu saya pimpin di sini ini. Sembahyang itu menghadap kepada Alloh Dzat yang Maha Agung, Maha Kuasa (Rajanya Raja), mestinya khusyu’, tapi matamu melirik sarung lubang itu, ngintip yaa..?

Saya angan-angan, cerita pendek njeng Sunan itu sindiran, itu cerita tidak sungguhan seperti itu, tidak kok muridnya itu ngintip sarung yang berlubang milik njeng Sunan. Itu hanya sindiran, jadi jangan dhohir saja.

Nanti kamu makmum, lalu tahu imamnya baca fatehah kurang fasih, kamu mutung (ngambek) nggak jadi, sebab baca WALAD DHOOLIIN dibaca WALAYUQLOO, ‘ALAIHIM dibaca NGALAIHIM, sehingga tidak jadi sholat, dianggap tidak syah, karena yang makmum tahu/ahli tajwid, dan yang imam itu tidak ngerti tajwid, terus ngambek.

CERITA SUNAN KALI JOGO

Dalam kitab TOBAQOT KUBRO itu ada, ada seorang Waliyulloh termasyhur, kemudian ada rombongan ulama’ akan Tabarrok kepada waliyulloh itu. Waktu di situ sudah malam (kemalaman), saat sembahyang maghrib, yang disebut waliyulloh itu mengimami, waktu mengimami baca fatehahnya tidak fasehat. Rombongan kyai-kyai itu ngambek, katanya :” yaa jauh-jauh datang ke sini, dikenal umum memang waliyulloh, tapi fatehahnya tidak bagus itu.
Berhubung mau pulang memang jauh, akhirnya bermalam di situ, belum ditemui oleh waliyulloh itu tadi. Malam itu mereka (rombongan) bermimpi mandi di sungai besar. Waktu mandi itu kan pasti telanjang, dan pakaianya diletakkan ditanggul. Kebetulan ada harimau di dekat pakaian itu, akan naik ketanggul setelah mandi itu, pakaiannya dijaga harimau, wah bagaimana ini ?…tidak naik itu kedinginan, naik di situ ada macan (harimau), jadi bingung. Ini kalau tidak naik, maka bisa mati kedinginan, tapi kalau naik, maka mati dimangsa macan.
Ditengah-tengah kebingungannya tersebut, yang disebut waliyulloh itu lewat di situ terus macan itu dipegang dan dibilangin,”Eh…ini pakaiannya tamu saya, besok pagi itu akan saya temui, pergilah …!”. Akhirnya macan itu pergi dan rombongan yang mandi itu naik dari sungai. Dan setelah selesai berpakaian, semua sama bangun dari mimpi dan saling tanya. Saya mimpi ini, yang lain juga bilang mimpi yang sama. Kalau begitu orang tersebut adalah wali sungguhan ini.

Pagi-pagi terpaksa menghadap waliyulloh tersebut, karena mimpi yang seperti itu. Dan ditanya oleh waliyulloh : “Anda dari ma na…?jawab mereka : “Kami dari jauh, daerah timur tengah”. Kata Waliyulloh: Wah anda -anda mutung (ngambek) yaa, memang saya itu kalau baca fatehah itu tidak bisa fasehat. Lalu orang-orang itu berkata : Wah kena kita ini. Karena saking berkiblatnya hati saya sungguh kepada Alloh SWT, sampai tidak sempat menata bacaan saya. Dan berhubung anda-anda ini tidak takut kepada Alloh SWT, tapi takutnya cuma kepada macan. Lho.. kok tahu kalau aku bermimpi ketemu macan. Makanya saya suruh pergi macan itu.
(Ini qishoh, tersebut dalam kitab TOBAQOT SYA’RONI KUBRO)

Tapi ceritanya Njeng Sunan Kalijogo itu lain,singkat dan lucu, tapi mengandung makna yang mendalam. Murid sembahyang kok ngintip sarungnya Njeng Sunan Kalijogo yang bolong (berlubang). Jadi lupa kepada Alloh Ta’ala, dan lebih jelas dengan lubang sarung. Jadi itu bukan sembahyangnya orang sufi. Makanya kanjeng Nabi bersabda, dalam kitab Ghoniyyah, kitabnya Abdul Qodir Jaelani.
QOOLA ROSUULULLOOHI SHOLLALLOOHU ‘ALAIHI WASALLAM
saya’tii zamaanun yusholluuna walaa yusholluun
Artinya :” Kamu akan menemui salah satu zaman, di zaman itu orang-orang sama-sama sholat, tapi sesungguhnya tidak sholat.”
Jadi kelihatannya sholat, tapi sesungguhnya tidak sholat. Kanjeng Nabi dawuh seperti itu silahkan diangan-angan sendiri. Kelihatan sholat tapi tidak ada sholat di situ. Silahkan diambil kesimpulan sendiri …!

Jadi sedikit pesan kepada saudara sepaham, kalau sarung Bapak Kyai bolong dikit jangan di intip melulu , yang penting kita mengikuti beliau untuk sampai kepada Alloh SWT.
Maaf Bagi yang merasa tetangga kalau tujuannya Yasinan ya jangan suka ngrasanin yang bukan – bukan , katanya golongan ini atau golongan itu….ya saya jawab :
Mudah-mudahan kita ditunjuki oleh Allah termasuk golongan yang lurus. Seperti dalam ayat dibawah ini
Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin
(Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan)
Ihdinash shiraathal mustaqiim
(Tunjukilah kami jalan yang lurus)
Shiraathal ladziina an’amta alaihim
(Yaitu jalan orang-orang—yang telah engaku beri nikmat kepada mereka)
Ghairil maghdhuubi alaihim wa ladh dhaalliin
(Bukan jalan orang-orang yang dilaknat, bukan pula yang tersesat)

(Semoga bermanfaat Didit Ngasinan)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 12, 2012 in sepiritual

 

RAHASIA DIBALIK RAHASIA SHOLAT

Rahsia Solat Dalam Islam


Solat merupakan kurikulum dan kerangka dalam rukun Islam yang dibawa oleh Nabi SAW dan telah diakui oleh sarjana sains dan juga ilmuan spiritual kerana pada solat merangkumi cakra untuk kesihatan, kebersihan, keseragaman dan perpaduan.
Dari segi pemahaman kerohanian lain ia dikatakan juga sebagai meditasi, yoga dan sebagainya. Tetapi itulah keagungan dalam agama Islam yang diperkenalkan oleh Nabi SAW bermula dari kaedah penyucian (wudu`) sehingga mengerjakan solat yang merangkumi kerangka-kerangka asas yang meliputi dua kalimah syahadah, puasa , zakat dan haji.
Berdasarkan pengamatan penulis sejak 20 tahun dulu bahawa hakikat solat ini mendidik penganut agama Islam dapat mengintai dan mengenali Allah SWT kerana dia teramat dekat dengan kita dan mendidik kita agar menjauhi penyakit-penyakit rohani dan jasmani.
Secara umumnya, misalnya berwudu`( mengambil air sembahyang) merupakan membersihkan diri sebelum menunaikan solat. Adapun perkara-perkara wajib yang harus dilakukan oleh kita ketika mengambil wudu` seperti niat, basuh muka, basuh tangan basuh kepala basuh kaki dan tertib, sebagaimana yang di sebut dalam Al-Quran:
Wahai orang-orang yang beriman apabila kamu hendak mengerjakan solat maka hendaklah kamu basuh mukamu dan basuhlah tanganmu hingga ke siku dan sapu lah dan basuhlah kakimu sampai ke buku lali.
Sebelum kita membincangkan hakikat solat ini, maka eloklah kita membincangkan wudu` yang terdiri daripada niat, basuh tangan,sapu kepala dan basuh kaki.
Apakah rahsia disebaliknya ?
Rahsia niat ketika memulakan wudu` itu adalah membawa kepada ketetapan yang berhubung iaitu sebelum kita menunaikan solat kita haruslah terlebih dahulu menafikan semua dari kita tetapi sebaliknya hendaklah mengakui sepenuhnya hak itu kepada Allah.
Kita mengakui hidup kita, ilmu kita, pandangan kita,penglihatan kita, kuasa kita, kata-kata kita semuanya adalah hak Allah semata-semata dan bukan sekali hak kita dan sesungguhnya konsep di atas ini pengertian rahsia wudu` yang sebenar pada pandangan Islam.
Jika kita menyingkap rahsia membasuh muka sebelum kita menunaikan solat kita haruslah terlebih dahulu membersihkan atau membuang semua sifat-sifat bermuka yang ada pada diri kita. Kita harus membuang segala sifat megah, sombong, kemuliaan, kebesaran dan sebagainya pada diri sebelum dan ketika menunaikan solat dan sesungghunya muka adalah maruah kepada manusia.
Adapun rahsia membasuh tangan sebelum kita menunaikan solat kita haruslah terlebih dahulu membersihkan atau membuangkan diri kita segala sifat-sifat Aku berkuasa, Aku orang kuat, Aku orang besar dan sebagianya pada diri kita sebelum dan ketika menunaikan solat sesungguhnya tangan yang dimaksudkan itu adalah simbolik kepada kuasa dan kekuatan seorang manusia.
Manakala apabila kita membasuh kepala adalah bermakna sebelum dan ketika kita menunaikan solat kita haruslah membersih segala fikiran kita dengan sifat-sifat syirik (bersekutu) dan sifat tercela pada diri kita dan kita haruslah pula membersih segala fikiran kita dan tumpukan segalanya kepada Allah semata-mata.
Adapun yang dimaksudkan dengan membasuh kaki adalah bererti kita haruslah membetulkan jalan perjalanan kita hanya untuk satu tujuan iaitu Allah semata-mata, kita harus menghala cara perjalanan kita hanya kepada Allah semata-mata tidak lagi ke jalan-jalan lain sebelum dan ketika menunaikan solat.
Dalam solat pula, terdapat ucapan dua kalimah syahadah sebenarnya lebih mudah untuk kita memahami di dalam pekerjaan solat lima waktu sehari semalam di samping dengan menyebut nama Allah sebagai amalan sokongan .
Solat itu tiang agama, di dalam azan selalu diucapkan dan kita menyahut apabila bilal (juruazan) menyebut ‘ Hayya ala’ sollah’ ( Marilah Mengerjakan Solat )
Kita diasuh dengan ucapan balas ‘ La qhau la wala qu wata’ illa’ billah…’ ( Tiada daya upayaku melainkan Allah )
Ini menjelaskan tiada kudrat (kuasa) kita, maka segalanya datang dari Allah jua untuk kita menggerakkan tulang belulang kita untuk melaksanakan apa jua pekerjaan dalam kehidupan kita.
Apakah rahsia solat yang sebenarnya ?
Peringkat permulaan, Apabila ditanya perihal sembahyang dijawab :
‘Tiadalah ia sembahyang itu dengan sebenar-benarnya melainkan mengabdikan diri kepada Allah’
Bermakna menilik diri kita yang fakir, hina dan lemah. Jadi pandangan perbuatan sembahyang tadi semuanya ditilik dan meneliti hanya kepada Allah semata-mata.
Kuasa dan daya kekuatan yang dianugerahkan kepada kita olehNya itu sebagai pusat tumpuan tertumpu pada satu matlamat, keyakinan yang sebetul-betul yakin dengan izinNya.
Solat yang bermula dengan niat sehingga ke doa, kita tumpukan pada siapa pada ketika itu ? pusatkan hati, fikiran dan perlakuan hanya dengan satu tumpuan jadi khusyuk dengan suara-suara bisikan, bayangan-bayangan fikiran dan gangguan lain kita tidak akan rasa…kita hanya tenggelam sedang memuji-muji di hadapan yang Maha Kuasa…rasakan bahawa Allah dekat dengan urat tengkok, kaki kena potong pun tidak rasa sakit kalau sudah sampai tahap seperti ini.
Sesuatu perkara itu tidak menjadi kalau kita tidak yakin boleh, kita tidak tumpukan sepenuhnya kepada matlamat yang kita mahu..dan ingatlah ALLAH lalu ia solat, ia seperti kuasa tumpuan di minda.
Jika kita amati rahsia solat itu terkandung di dalam surah Al-fatihah yang wajib dibaca untuk mengerjakan solat iaitu pada perkataan :
Alhamdulillah
Oleh kerana solat yang diterima oleh Rasulullah SAW ketika peristiwa Israk dan Mikraj (perjalanan malam dari masjid Haram ke Masjid Aqsa dan seterusnya ke langit) bersandarkan perkataan Alhamdulillah (segala puji bagi Allah) ia juga diambil sempena perkataan pertama yang keluar semasa kejadian jasad Saidina Adam AS setelah Jibril memasukkan roh [diri batin] Adam.
Di mana apabila sahaja roh tersebut sampai ke tahap dada jasad Adam AS pun terus cuba berdiri dan bersin disertakan kata Alhamdulillah kerana kejadian manusia adalah sebaik-baik kejadian yang begitu elok dan cantik berbanding makhluk-makhluk sebelum ini.
Ini bermaksud Pujian terhadap Allah dan atas asas tersebutlah Nabi SAW menerima solat dari tuhannya berdasarkan Alhamdulillah.
Perkatan Alhamdulillah artinya memuji, apa yang dipuja adalah zat, sifat, asma( nama-nama),dan afaal (perbuatan) Allah sebagaimana Hadis Qudsi :
Adalah ‘Insan’ itu rahsiaKU. Dan rahsianya rahsiaKU, Dan RahsiaKU sifatKU. Dan sifatKU bukan lain dari diriKU.
Perkataan pertama di dalam kita solat adalah dengan kita berkata Allahu Akbar yaitu semasa Takbiratul Ihram, kita berkata demikian kerana mengambil sempena kata-kata manusia pertama Adam A.S di kala sempurnanya roh diri rahsia Allah dimasukkan ke dalam tubuh jasadnya lantaran Adam A.S pun berdiri menilik dirinya yang elok dan terus baginda berkata: Allahu Akbar..(Allah Maha Besar Tuhan Semesta Alam)
Kita melihat pada rukun solat itu adalah yang mengandungi 13 perkara mempunyai rahsia besar yaitu kerana mengambil sempena hakikat sendi besar manusia yang bergerak dan membolekan manusia melakukan kerja termasuk memakmurkan, menjaga amanah yang diberikan kepada manusia dan sebagainya.
Sendi-sendi tersebut adalah seperti sendi tengkuk, bahu kanan, lengan kanan, tangan kanan,bahu kiri, lengan kiri,tangan kiri, paha kanan, paha kiri, lutut kanan, kaki kanan, lutut kira dan sendi kaki kiri..
Oleh itu adalah menjadi satu perkara yang paling penting bagi kita memahaminya sebaiknya yang bukan hanya kita menerima perintah begitu saja, ketidakpastian inilah ramai manusia masih lalai dan malas mengerjakan solat akhirnya mendapat siksa yang amat berat apabila meninggal dunia.
Sebagaimana disebut didalam kitab muktabar dalam Islam meninggalkan satu waktu solat disiksa satu hukuf. Ini bermakna satu hukuf sama dengan 1000 tahun di akhirat dan satu hari akhirat bermaksud 1000 tahun dunia.Maknanya meninggalkan satu waktu solat = 1 tahun x 365 hari x 1000 tahun x 1000 tahun = 365000000 tahun. Siksaan yang begitu hebat dan amat menggerikan kepada mereka yang meninggalkan solat.
Mari anaku Radit ,Betsalia kita segera Sholat .
Semoga bermanfaat Amin..
Didit Pinasthika.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 28, 2011 in sepiritual