RSS

HALAL DAN HARAM

18 Mei

 

HALAL DAN HARAM

Kriteria yang disebut makanan halal itu dilihat dari 2 segi, yaitu :

  1. Dilihat dari segi dzat makanannya.
  2. Dilihat dari segi cara memperolehnya.

Misalnya onde-onde, onde-onde dari segi dzat makanannya jelas halal, tapi bila onde-onde itu diperoleh dengan cara mencuri, maka onde-onde tsb jadi haram. Jadi ada halal dari segi dzatnya dan ada halal dari segi cara memperolehnya.

Tapi kadang ada juga orang yang tidak memperdulikan cara memperoleh rezeki, mereka meggunakan cara apa saja asal dapat, seperti mencuri, korupsi, menipu, memeras dan lain sebagainya.

Ada yang misalnya dengan cara membuat tuduhan pencurian, lalu ditangkapnya dan dipaksa mengaku telah melakukan pencurian. Akhirnya terjadi tawar menawar, bila ingin keluar harus bayar 10 juta dulu, sehingga akhirnya yang menuduh dapat 10 juta.

Terus hasilnya digunakan untuk menghidupi istri dan anak cucunya, (berarti sama dengan meracuni keturunannya dengan sesuatu yang haram, menggemukkan anak istrinya dengan penderitaan orang lain, ini banyak terjadi dikalangan pejabat), ada yang dibelikan mobil, rumah, dipakai untuk pergi haji dst.

Meskipun uangnya dirupakan apa saja, kalau memang cara memperolehnya dengan jalan tidak baik atau dengan cara haram, maka semua yang dihasilkannya menjadi haram. Yang jadi darah, darah haram, yang dibelikan mobil, mobil haram, yang dibelikan perhiasan, jadi perhiasan haram, yang dipakai untuk haji, jadi haji haram, begitu juga sholatnya, puasanya menjadi haram atau tertolak oleh Alloh. (Na’udzubillah min dzalik).

Bila cara mencari rezkinya haram, lalu dimakan, otomatis akan menjadi pula kekuatan tubuh yang haram. Dan dari kekuatan yang haram itu jika digunakan untuk ibadah, berarti sama dengan ibadahnya berdiri diatas kekuatan haram. Dan bila ibadahnya berdiri diatas kekuatan yang haram maka dapat pula dikatakan menyetorkan sesuatu yang haram kepada Alloh atau menyetorkan bangkai kepada Alloh. (Na’udzubillah min dzalik).

Karenanya kita harus mencari rezki yang halal, bershodaqoh juga dengan uang halal, yang dipakai untuk membeli madu (yang akan digunakan sebagai obat), harus juga dengan uang halal.

semoga bermanfaat amin

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 18, 2012 in sepiritual

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: